brainstorming

7 Tahapan Brainstorming agar Berjalan Efektif

Brainstorming pertama kali lahir dari seorang advertising executive pada tahun 1941. Pemilik nama Alex Osborn meyakini bahwa masing-masing orang terlahir dengan kreativitas dan bakat. Secara umum istilah tersebut mempunyai arti suatu proses mengumpulkan beragam ide dengan cepat lalu mendiskusikan bersama untuk memecahkan masalah. Simak tahapannya di bawah ini.

1.      Menentukan Pemimpin Diskusi

Pemimpin diskusi bisa ditunjuk anggota kelompok, bisa dengan sukarela mengajukan diri atau sudah terpimpin otomatis oleh status jabatan. Pemimpin juga akan bertugas sebagai moderator yang akan menuntun jalannya diskusi. Selain itu ia akan memberikan kesimpulan serta keputusan terkait ide-ide yang sudah diberikan anggota kelompok.

2. Memahami Tujuan

Memahami tujuan berguna untuk memfokuskan jalan diskusi. Ide-ide yang dilontarkan akan lebih spesifik dan tepat sasaran. Tujuan ini akan disampaikan di awal diskusi oleh pemandu atau pemimpin diskusi. Terdapat berbagai tujuan dari diskusi kilat yaitu untuk identifikasi, analisa, mencari ide, mengumpulkan ide dan lainnya.

3. Membatasi Waktu dan Anggota

Tujuan dari brainstorming sendiri untuk mendapatkan keputusan yang tepat secara cepat. Jadi waktu diskusi harus dibatasi, maksimal selama 30-40 menit. Pembatasan waktu juga berkaitan dengan kemampuan otak manusia untuk dipaksa bekerja cepat tidak akan bertahan lama. Begitupun dengan jumlah anggota yang menyumbangkan ide juga berjumlah 5-6 orang.

4. Mencatat Semua Ide

Setiap ide yang dilontarkan anggota, tampung dulu. Tahan untuk tidak memberikan komentar langsung terhadap anggota yang memberikan ide, karena akan menghabiskan waktu. Semua ide yang tercatat, nantinya akan ditarik benang merah dengan tujuan awal yang ingin diraih.

5. Memetakan Ide

Semua ide yang sudah dicatat dipetakan dalam bentuk pikiran mind map. Gunakan sarana pendukung seperti kertas buram berukuran besar atau papan tulis untuk membuat gambaran peta ide. Mind map membuat semua ide yang diberikan akan mudah ditarik dengan tujuan utama di bagian tengah. Mudah mengelompokkan dan juga mudah menemukan ide yang paling berpotensi untuk memecahkan masalah.

6. Memanfaatkan Properti Pendukung

Properti yang digunakan memiliki kaitan dengan tujuan yang akan dicapai. Adanya properti juga membuat para peserta lebih bisa menangkap ide dengan cepat karena ada bantuan visual. Dapat juga menggunakan pendukung yang berbentuk simbolis untuk menyederhanakan pernyataan atau istilah yang rumit.

7. Menghindari Kritikan

Kritikan akan membuat peserta enggan mengemukakan ide karena karena adanya kritik. Kritik juga menghambat ide out of the box, sehingga ide yang diperoleh lebih ke ide-ide lama yang sudah digunakan sebelumnya karena lebih mencari aman agar tidak dikritik. Terkadang ide paling brilian adalah ide yang terlihat sangat mustahil atau nyeleneh.

Itulah tahapan dari brainstorming untuk lebih efektif dalam mencapai tujuan. Tidak hanya digunakan dalam dunia bisnis saja. Bahkan penyuluhan mengenai kesehatan juga lebih mudah dengan metode ini. Baca informasi yang terkait di Orami Magazine untuk lebih memahaminya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *