literasi dan numerasi

3 Komponen Literasi dan Numerasi sebagai Indikator KKM

Dalam literasi dan numerasi, ada beberapa kompetensi yang dinilai. Penilaian tersebut berkaitan dengan keterampilan bernalar, berpikir sistematis dan logis, serta keterampilan memilih dan mengolah suatu informasi. Dalam hal ini, Kemendikbud mengujikan kedua skill tersebut dengan beberapa komponen. Apa sajakah itu? Yuk, langsung saja simak simak!

Komponen AKM

Sebelum membahas lebih lanjut terkait komponen dalam literasi numerasi, ada baiknya Anda memahami dulu komponen dalam soal AKM secara global. Bagamimanakah instrumennya? Well, kompetensi AKM ini akan mengukur beberapa hal, yaitu:

  1. Konten
  2. Konteks
  3. Proses kognitif

Lalu, apa pengertian dari ketiga komponen tersebut?

  • Konten yakni sebuah materi ajat yang akan menjadi tolak ukur dalam AKM.
  • Konteks yakni sebuah situasi atau aspek kehidupan yang berkaitan dengan konten.
  • Proses kognitif yakni proses berpikir dan analisis yang akan memecahkan tiap soal atau permasalahan.

Pengukuran 3 hal di atas berlaku untuk kompetensi AKM yang paling mendasar, yaitu literasi dan numerasi.

Komponen Literasi dan Numerasi

1. Konten

Seperti penjelasan sebelumnya, konten masih ada hubungannya dengan materi ajar siswa. Konten sendiri memiliki 2 bagian yaitu konteh literasi dan konten numerasi. Bagaimana penjabarannya? Yuk, simak lagi!

Konten literasi

Pada kompetensi literasi yang diujikan dalam AKM terdapat dua macam komponen konten, antara lain:

  • Teks informasi: Teks ini menekankan pada tujuan yaitu menyajikan informasi, data, dan fakta. Teks ini pun berfungsi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan serta wawasan yang sifatnya ilmiah.
  • Teks fiksi: Teks ini juga memiliki tujuan yaitu untuk menghibur pembaca sehingga mereka dapat menikmati alur ceritanya, mendapatkan pengalaman dan pelajaran baru.

Konten numerasi

Sama halnya dengan literasi, numerasi juga mengandung beberapa konten yang akan tersaji rapi dalam soal AKM, antara lain:

  • Bilangan: konten ini meliputi sifat uritan, representasi, dan operasi bilangan. Bilangan sendiri terbagi menjadi beberapa jenis yakni desimal, pecahan, cacah, dan bulat.
  • Geometri dan pengukuran: konten ini terdiri dari pengenalan bangunan datar, luas, dan volume. Selain itu, siswa juga akan belajar tentang waktu, berat, panjang, volume, satuan luas, serta debit dalam satuan baku. Dalam konten ini tak sekedar terori melainkan penerapannya juga dalam aktivitas sehari-hari.
  • Aljabar: ini terdiri dari rasio dan proporsi, fungsi dan relasi, juga persamaan & pertidaksamaan
  • Data & ketidakpastian: di konten ini sisqa harus dapat memahami, menginterpretasikan, serta menyajikan peluang atau data.

2. Proses kognitif

Literasi dan numerasi menyajikan beberapa proses kognitif, yaitu:

Literasi

Dalam literasi, ada beberapa proses kognitif, di antaranya:

Menemukan informasi, antara lain mengakses, mencari, dan menemukan penjelasa tersurat daru suatu bacaan.

Interpretasi & integrasi, yakni suatu proses dalam mendalami serta memahami informasi yang tersirat ataupun tersurat. Setelahnya, siswa harus menganalisis ulang hasil interpretasi tiap bacaan sehingga inferensi terbentuk dengan sempurna.

Evaluasi & refleksi, yakni deretan proses yang meliputi penilaian kredibilitas, kebenaran atau kesesuaian teks. Siswa juga harus bisa mengaitkan isi bacaan dengan sesuatu yang tidak ada dalam bacaan (hal nyata).

Numerasi

Sedangkan dalam numerasi, proses kognitif tersebit meliputi:

  • Pemahaman, yakni pemahaman akan prosedur, fakta, dan juga device dalam ilmu matematika.
  • Penerapan, yakni penerapan akan konsep matematika dalam kehidupan nyata yang umumnya terjadi.
  • Penalaran, yakni penggunaan nalar terhadap konsep matematika dalam pemecahan masalah yang sifatnya non rutin (jarang terjadi)

3. Komponen konteks literassi dan numerasi

Terkait komponen konteks, baik literasi atau numerasi, keduanya memiliki bagian konteks yang sama. Konteks pada kokoetensi tersebut terdiri dari beberapa jenis, yakni:

  • Personal, merupakan sebuah aspek yang ada kaitannya dengan kepentingan tiap individu.
  • Sosial budaya, merupakan sebuah aspek yang berhubungan dengan kepentingan personal, isu, dan budaya masyarakat.
  • Saintifik, yaitu aspek yang berhubungan dengan aktivitas, isu, dan juga fakta ilmiah entah itu bersifat futuristic atau sudah matang (selesai dilakukan).

Itulah beberapa penjelasan terkait komponen AKM juga literasi dan numerasi dalam dunia pendidikan kita saat ini. Semoga dengan artikel ini, Anda lebih paham dan bisa mengajar anak-anak dengan baik. Sehingga, anak-anak akan bersemangat untuk mengajarkannya dan tidak hanya main-main .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *