Heartology
24 Mei 2021

3 Gejala Serangan Penyakit Jantung Koroner Yang Wajib Anda Waspadai

By salma

Ketika asupan darah menuju jantung mulai berkurang, kemungkinan jantung akan bekerja lebih ekstra yang membuat penderitanya merasa sakit di sekitar dadanya. Pada umumnya kondisi ini tidak menimbulkan gejala apapun, namun akan berbeda cerita jika lemak terus menumpuk pada arteri hingga tenaga medis harus melakukan metode intervensi kardiologi. Kenali gejala penyakit jantung koroner berikut.

Gejala Serangan Jantung Koroner yang Wajib Anda Tahu

1. Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi akibat tersumbatnya arteri secara menyeluruh. Pasien yang mengalami serangan jantung harus segera ditangani, karena kondisi ini berisiko merusak otot jantung secara permanen. Inilah alasan mengapa tenaga medis harus sigap memberikan  pertolongan pertama bagi para pasien yang mengalami serangan jantung.

Pasien yang mengalami serangan jantung bisa merasakan gejala nyeri pada dada yang menjalar hingga ke beberapa bagian tubuh lainnya. Sayangnya rasa nyeri tersebut tak kunjung reda hingga lewat dari 15 menit lamanya. Para pasien juga bisa merasakan tubuh berkeringat, lemas, dan pusing yang hebat ketika serangan jantung terjadi padanya.

Serangan jantung dianggap sebagai penyakit yang menakutkan. Sebab serangan jantung dapat terjadi secara tiba tiba, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit diabetes atau lansia. Jika penyakit yang dideritanya semakin parah, umumnya dokter akan menyarankan metode intervensi kardiologi untuk mengurangi resiko penyempitan arteri.

2. Angina

Pernahkah Anda mendengar kata angina ? Angina sendiri merupakan nyeri pada dada yang diakibatkan oleh suplai darah menuju otot jantung berkurang drastis. Kondisi ini umumnya tidak mengancam jiwa, namun tetap saja gejala ini dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung hingga stroke yang cukup parah.

Angina dapat dipicu akibat aktivitas fisik atau beban pikiran yang terus menumpuk hingga stres. Seseorang yang mengalami angina ringan akan merasa rasa kurang nyaman bak seperti sakit maag. Sedangkan seseorang yang terkena angina berat dapat merasakan nyeri dada bak ditindih barang berat. Bahkan sensasi nyeri tersebut akan menyebar ke punggung, leher, hingga dagu.

3. Gagal Jantung

Berbeda dengan kedua poin sebelumnya, dimana gagal jantung merupakan kondisi dimana jantung terlalu lemah ketika hendak memompa darah ke seluruh tubuh. Karena jantung tidak dapat bekerja optimal seperti biasanya, alhasil terjadilah penumpukan darah pada paru paru yang membuat mereka kesulitan bernafas bebas.

Ada dua jenis gagal jantung, yakni gagal jantung yang terjadi dalam sekejap (akut) dan serangan jantung yang terus berkembang secara bertahap (kronis). Dokter akan menyarankan berbagai pengobatan demi mengembalikan kinerja jantung, salah satunya metode tanpa melakukan operasi atau dikenal dengan metode intervensi kardiologi.

Mengenal gejala serangan jantung koroner sejak dini merupakan hal penting, karena gejala yang dialami hampir serupa dengan gejala penyakit lainnya. Sehingga Anda harus bisa membedakannya agar segera mendapatkan penanganan tepat. Penyembuhan memang bisa dilakukan, namun alangkah baiknya menerapkan gaya hidup sehat untuk menurunkan resiko terkena serangan jantung koroner.

Dokter yang berpengalaman dalam ranah intervensi kardiologi di indonesia ada banyak, salah satunya yang ahli yaitu dr Suko Adiarto , nah beliau bisa anda temui buka prakteknya di Heartology. dr Suko Adiarto, SpJP(K) menamatkan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1997. Ia juga mendapat gelar PhD dari Division of Cardiovascular and Respiratory Medicine, Department of Internal Medicine, Kobe University Graduate School of Medicine, Jepang.

Temukan jadwal praktek dr. Suko serta profilnya dan juga buat janji online dengan dr Suko secara cepat dan mudah di website Heartology di sini